UNTUK TEKNIK BARU BUDIDAYA SEMUT RANGRANG 2014,,SILAHKAN BERGABUNG DI ( http://laskarkroto.com )

Beternak Tanpa Ratu

Selamat malam semua..malam ini Republik Kroto mau sedikit memberikan gambaran seberapa maksimal beternak tanpa ratu meskipun kita sudah mempunyai elemen beternak pengganti ratu.
Sebelumnya mohon di baca dua tulisan kami yang terdahulu.

  1. Cara Beternak Tanpa Ratu
  2. Cara Membuat Elemen Ternak Pengganti Ratu
Sekarang yang menjadi pertanyaan kita bersama...Seberapa maksimalkah beternak semut rangrang penghasil kroto tanpa hadirnya figur panutan dalam hal ini ratu semut rangrang di dalam elemen koloni tangkaran kita ?
Sebelum saya memaparkan panjang lebar,saya punya peribahasa yang saya ambil dari kumpulan peribahasa.

Seperti Anak Ayam Kehilangan Induknya

Peribahasa di atas contoh gambaran dimana suatu kumpulan atau kelompok yang kehilangan sosok seorang pemimpin sehingga akhirnya bingung harus melakukan apa.

Dan peribahasa di atas sangat relevan dengan keadaan koloni semut rangrang tanpa ratu. Meskipun ada elemen pengganti tetapi dari sisi operasional pencapaian target keberhasilan sangatlah kecil. Dengan kata lain Beternak semut rangrang yang tidak lengkap tetap berpengaruh dengan hasil akhir. Kalau kita tidak segera melengkapi elemen yang di butuhkan bisa di pastikan lamat laun akan berkurang koloni tangkaran kita.

Bagi anda yang ingin memulai beternak tanpa ratu ( Ingat:  " Memulai " bukan " Coba-Coba / Mencoba", anda akan di hadapkan situasi di bawah ini :

Usia tangkaran anda masuk 2 bulan atau lebih akan muncul telur / kroto besar-besar ( Calon Ratu).
 
Pada situasi seperti ini ada dua hal yang menyebabkannya, Bisa karena telur-telur itu masuk ke dalam toples tanpa sepengetahuan kita ,  Karena wujud sangat kecil, bulat tirus menyerupai tepung kanji/ tapioka. Bisa di bawa sendiri  oleh semut masuk ke dalam toples atau tercampur pada tepung kanji/ tapioka yang kita gunakan untuk pengaman saat karantina ( Jenis karantina ada berbacam - macam cara ) . Yang kedua sebagian semut pekerja - pengawal mengalami fase perubahan rangka telur ( Adaptasi ).
Di fase ini biasanya peternak yang kurang faham akan gembira, senang hatinya , suka cita karena akan mempunyai ratu yang selama ini di idam-idamkan.

Kroto besar berubah jadi calon ratu bersayap warna coklat 

Pada situasi ini...anda yang memulai beternak tanpa ratu haruas jeli dan sigap. Jeli maksudnya apa ? Maksudnya anda harus sering-sering memantau keadaan semut tangkaran anda.Serta harus cepat mengambil inisiatif tindakan penyelamatan. Bila terjadi kematian pada sebagian calon ratu dengan ciri seluruh kaki hilang, kepala terpisah dari badan. Sebagian semut pekerja membawa potongan tubuh calon ratu mondar mandir.

Bila situasi ini anda alami...tindakan yang haruas anda lakukan adalah memisah koloni semut tangkaran anda secara manual. Membagi menjadi beberapa toples.

Bila anda biarkan situasi itu berlanjut saya menjamin 100% semut tangkaran anda akan habis pelan-pelan juga calon-calon ratu akan mati mengenaskan.

Kenapa hal ini bisa terjadi ? Hal ini terjadi karena pertengkaran satu koloni. ( Bingung Anda....??? )
Begini ceritanya.......!!!!

Mungkin anda pernah mendengar atau membaca perkelahian berbeda koloni semut rangrang???.Tapi pertanyaannya sekarang pernahkah anda mencari sebab pertikaian dua atau lebih koloni semut rangrang tersebut. Gerangan masalah apa yang menyebabkannya / memicunya sehingga terjadi perkelahian ???

Perkelahian / pertikaian / petengkaran yang menyebabkan jatuh korban di kedua belah pihak koloni semut tersebut pemicunya adalah ZAT FEROMON.
Sebelum kita bahas perkelahian yang di sebabkan zat feromon, alangkah baiknya kita memahami dulu apa zat feromon itu dan berapa jenis zat itu.

Sumber Wiki menyebutkan :

Feromon (bahasa Yunani: phero yang artinya pembawa, dan mone bermakna sensasi) adalah sejenis zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat seksual pada jantan maupun betina.
Zat ini berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh makhluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk membantu proses reproduksi. Berbeda dengan hormon, feromon menyebar ke luar tubuh dan hanya dapat memengaruhi dan dikenali oleh individu lain yang sejenis (satu spesies).

Semut rangrang , menghasilkan feromon dasar ( Sebagai alat Navigasi ) untuk menarik teman-temannya bergotong-royong mengangkut makanan dari tempat yang jauh ke sarang mereka. Itu sebabnya kita sering melihat semut berjalan beriring-iring. ( Feromon sebagai alat Navigasi ) . Di lain kesempatan kita juga merasakan gigitan semut rangrang sakit dan perih. Juga kalau kita mendekatkan hidung pada toples / sarang jarak satu jengkal...pasti kita akan merasakan bau menyengat akibat zat feromon di lepaskan ke udara oleh semut-semut rangrang sebagai tanda bahaya juga pengalihan konsentrasi. ( Feromon dasar sebagai pertahanan diri dari musuh )

Feromon dasar juga berperan dalam diferensiasi pembentukan kasta pekerja dan kasta prajurit, yang dikeluarkan oleh kasta reproduktif.

Diferensiasi adalah proses pematangan sel primitif ke dalam jenis-jenis sel khusus fungsional tubuh seperti ketika sel induk darah menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.  

Nah....makin pusing kan....?? Terus hubunganya dengan beternak kroto tanpa ratu apa mas???? Nanti....Akan di jelaskan pelan-pelan. Yang pasti saya sudah menjelaskan "Nyerempet dikit-dikit " Ilmiah. ( Jaga-jaga  barangkali ada yang Interupsi...Hehehehe...!!!)

BERSAMBUNG





0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Free Web Hosting