Metode/ Teknik Baru Dalam Beternak Semut Rangrang... Belajar Dari Kekurangan Metode Lama..Kami Hadir Di Tahun 2015 ini Mengusung Pola - Teknik Terkini .Silahkan Bergabung ( http://laskarkroto.com )

Arah Ternak Kroto

Selamat malam teman-teman, apa kabar anda semua, saya yakin kabar anda sekalian dalam keadaan  sehat tanpa kurang suatu apa. Amin.

Kembali malam ini Republik Kroto hadir dengan suguhan tulisan bertajuk "Arah Ternak Kroto ".
Arah Ternak Kroto  adalah tulisan yang mengajak teman-teman calon peternak juga peternak untuk sedari dini menentukan arah kemana ternak mereka akan di bawa.
Beternak semut rangrang atau lebih familier kita menyebutnya Beternak Kroto adalah kegiatan budidaya semut rangrang dengan menggunakan berbagai media ternak, tetapi hasil akhir yang ingin di dapat adalah telur semut ( Kroto )

Media ternak yang di pakai bisa menggunakan barang-barang bekas eks peralatan rumah tangga seperti toples ( sealware ) botol eks. air mineral atau bisa juga menggunakan bambu yang di potong-potong sedemikian rupa, pun pula media ternak dapat berupa ruangan tertentu yang di isolir menggunakan gabungan triples dan paranet. Semua tergantung pribadi masing-masing dalam menjalankannya.

Untuk tulisan kali ini Republik Kroto hanya ingin memberi saran supaya dalam mengawali kegiatan berbudidaya semut rangrang yang nantinya menghasilkan telur kroto, sudah di petakan ke arah mana semut peliharaan akan di bawa. Artinya dari awal sudah ada rencana, sudah di planning sedemikian rupa arah yang akan di tuju.

Mungkin anda masih bingung, apa gerangan yang ingin saya sampaikan malam hari ini.
Begini teman-temen. Beternak semut rangrang kalau boleh saya bagi dan istilahkan akan menghasilkan 2 ( Dua ) jalur perjalanan antara lain :
  1. Menangkar
  2. Beternak
Sebelum saya melanjutkan ada baiknya saya menjelaskan kembali seperti tulisan-tulisan saya terdahulu, Bahwasanya semua istilah, semua kata-kata serta semua pemaknaan adalah murni istilah, kata-kata juga makna versi Republik Kroto ( LKP. Laskar Kroto - Lamongan ) . Semua itu kami lakukan agar dalam proses penyajian tulisan dapat dengan mudah di konsumsi pemahamannya.

Kembali ke tulisan malam hari ini.

Budidaya semut rangrang di bagi menjadi dua yaitu MENANGKAR dan BETERNAK. Apa itu menangkar dan apa pula beternak.


MENANGKAR

Menangkar adalah kegiatan budidaya semut rangrang dengan tujuan jangka pendek serta tujuan jangka menengah untuk menghasilkan koloni semut baru. Artinya koloni semut akan bertambah secara otomatis dari perkembangbiakan bibit awal ( Kroto di biarkan menetas menjadi semut muda )

BETERNAK

Beternak adalah kegiatan budidaya semut rangrang dengan tujuan jangka pendek, jangka menengah serta jangka panjang untuk menghasilkan telur kroto. Artinya penambahan koloni baru akan berbanding lurus dengan pengurangan / kematian, tetapi secara otomatis bisa memanen telur kroto sesuai jadual yang akan di tentukan pembudidaya itu sendiri.

  • Menangkar menghasilkan KOLONI BARU - MEMPERBANYAK KOLONI
  • Beternak menghasilkan PANEN KROTO - SESUAI JADUAL PANEN
Apa bedanya menangkar dan beternak kawan? kenapa di persulit istilahnya ? Mungkin ada yang interupsi dan bertanya demikian.

Kalau ada pertanyaan seperti yang saya tulis di atas tadi, saya maklumi. Menangkar dan beternak untuk saat ini memang tipis sekali perbedaannya. Tetapi jika istilah menangkar dan beternak tidak anda pisah dari awal mula, akibatnya target capaian dalam panen anda akan terkendala.
Dari mana kendalanya ?.

Banyak sekali kendala yang akan anda hadapi jika menganggap menangkar dan beternak sama saja. Beberapa kendala yang anda akan hadapi antara lain :

  1. Pemberian pakan yang salah pada saat menangkar akan berakibat sebagian koloni baru akan terlahir berupa semut jantan bersayap, kecil-kecil. Dan jika area tangkar tidak di isolir sedemikian rupa semut jantan yang baru lahir tadi akan terbang. apalagi di area kandang tangkar terdapat lampu dengan watt besar yang memancing semut jantan tersebut terbang menuju sinyal lampu tersebut.
  2. Pemberian pakan yang salah pada saat beternak akan mengakibatkan kroto kecil-kecil serta jumlahnya sedikit. Di samping itu ratu akan sulit berfase untuk mencapai tingkatan kasta yang lebih tinggi.
  3. Jumlah elemen tangkar/ ternak yang kurang akan mengakibatkan semut akan bersatu di dalam suatu tempat yang mereka anggap terbaik dari sisi perkembangbiakan ( makanya jangan heran jika anda mempunyai sepuluh toples setelah anda letakkan di atas rak cuma akan menjadi dua atau tiga toples. Ingat struktur kehidupan semut rangrang yang beraliran sosial sejati, lebih mengutamakan kegotong royongan. artinya mereka akan bergotongroyong menyelesaikan satu tempat, setelah terwujud baru akan menyelesaikan tempat yang lain ) Gambaran ini terjadi kalau satu koloni. Jika berbeda.... koloni , perpindahan dari toples satu ke toples yang lain akan mengakibatkan pertumpahan darah, pembantaian ratu satu di antara yang lain . Apalagi kita picu dengan kehadiran berganti ganti pemberi pakan atau sekedar pengamat. ( Anda mengajak-menunjukan teman ke tempat ternak/tangkar ). Faktor migrasi dan pekelahian adalah efek samping kurangnya elemen tangkar / ternak kita.
  4. Dan masih banyak yang lain.


<img src="ternak kroto.jpg" alt="ternak kroto tips republik kroto">



Beberapa kendala di atas akan bisa kita minimalisir jika dari awal proses budidaya semut rangrang sudah kita rencanakan . Kearah mana proses budidaya ini kita bawa. Di tangkar ataukah di ternak. 

Wujud perbedaan proses penangkaran dan peternakan akan bisa kita lihat pada saat kita menyiapkan elemen pendukung budidaya semut rangrang.
  1. Ruangan tangkar lebih gelap di bandingkan ruangan peternakan
  2. Pemberian pakan proses penangkaran lebih di titik beratkan pada asupan zat-zat yang bisa membangkitkan gairah semut untuk melakukan perkawinan "tertarget" . Sedangkan pada peternakan asupan makanan bisa bervariasi tergantung suhu dan jenis bibit. Yang penting semut mau melakukan proses perkawinan secara massal.
  3. Penerangan lebih sedikit atau tidak sama sekali pada proses penangkaran sedangkan di sisi peternakan lampu boleh lebih terang asalkan tingkat keamanan area ternak tercukupi ( Semut bersayap tidak kabur )
  4. Rak area tangkar lebih spesifik ( Rak Khusus ) sedangkan rak dan area peternakan boleh di buat sesuka hati asalkan keamanan terjaga ( Semut tidak migrasi keluar area ternak , Semut bersayap tidak kabur dengan terbang ).
Simpulan tulisan malam hari ini adalah :
  1. Di harapkan teman-teman yang akan memulai peruntungan dalam beternak semut rangrang atau yang sudah memulai agar kiranya sudah di pastikan kearah mana proses budidaya yang akan / sudah di lakoninya akan di bawa " DI TANGKAR DULU atau LANGSUNG DI TERNAK "  
  2. Proses penangkaran dan proses peternakan dalam operasional pemeliharaan perlakuannya TIDAK SAMA
Demikianlah uraian tulisan " Arah Ternak Kroto " pada malam hari ini, semoga sedikit banyak bisa memberi pencerahan kepada teman-teman yang akan dan sudah budidaya semut rangrang.
Terima kasih sudah sudi berkunjung di blog Republik Kroto ketemu lagi pada postingan mendatang.


Salam Hormat


Admin 1 Republik Kroto
 



1 komentar:

Dian (Admin Sobat Blogger's) mengatakan...

Asskum Om..

Saya mau tanya nih.., saya kan udah beternak kroto selama 3 bulan, alhamdulillah sukses..

Tetapi semuanya berubah setelah saya kasih makanan jeroan (jeroan Daging ikan, sapi). setelah saya beri makanan itu semut" saya pada nggak mau bertelur, malah mereka makin tambah galak jika disentuh alias makin tambah agresif.

Nah om yang mau saya tanyakan gimana nih solusinya..?? udah rangrangnya tambah galak sama nggak mau bertelur, padahal sudah saya siapkan ulat hongkong dan minuman secukupnya..

Tolong ya om dijawab.., kasih solusinya juga,,

Makasih Om :)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Free Web Hosting